Satu-satu, aduk adonannya...

Dua-dua, panggang adonannya...

Tiga-tiga, taburi toppingnya...

satu, dua, tiga, ...Jadilah pancake nya

Begitulah siswa-siswi level 1 SD Al Irsyad 01 Purwokerto memulai kegiatan Cooking Day dengan menyanyikan lagu jinggel kegiatan tersebut.
Dipandu oleh Usth. Yunika Veliasih, S.Pi selaku wakil kepala sekolah, semua siswa tampak bersemangat. Dengan bertopi ala Chef ternama, mereka terlihat sangat antusias dan ingin segera mulai memasak.



Setelah beberapa saat, akhirnya acara utama yang ditunggu-tunggu tiba juga.  Kegiatan pertama diawali dengan demo yang diperagakan oleh Usth. Nana Niken K, S.Sos. Beliau memperagakan cara membuat adonan pancake sampai dengan cara memanggangnya.
Terlihat cukup mudah untuk dilakukan,  dan kemudian semua siswa tampak mulai sibuk bergelut dengan tepung, gula, telur dan mentega. Mereka bergantian mengaduk adonan bersama teman dalam kelompoknya. Adonan pun jadi, kemudian siwa antri memanggang adonan tersebut dibantu oleh ustadzahnya.

“ Asyiiik..punyaku udah matang” celoteh beberapa siswa. “Baunya Sedaapp” celoteh siswa yang lain.
Semua adonan dibuat oleh siswa, mereka pun berlatih memanggang sendiri. sungguh pengalaman yang berharga bagi mereka.
Akhirnya semua adonan terpanggang, proses yang terakhir adalah memberi topping pada kuenya. Susu cair, meses cokelat dan taburan keju parut membuat pancake terlihat sangat menggugah selera.
Diawali  dengan berdoa bersama, seluruh siswa menyantap pancake buatannya sendiri senidri. Yummmyyy.....

Kegiatan diakhiri dengan bersih-bersih dan mencuci peralatan masing masing. Kegiatan Cooking Day level 1 SD Al Irsyad 01 Purwokerto, Jumat 19 Februari 2016, Menyenangkan!
Perilaku hidup sehat antara lain:
1. Cucu tangan dengan sabun
2. Jangan Jajan sembarangan
3. Pemberantasan jentik nyamuk
4. Buang Sampah di tempat sampah
5. Olah raga 15 menit tiap hari
5. kebersihan kamar mandi







Pagi ini, rabu, 11 November 2015 level 1 SD Al-Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto mengadakan kegiatan yang tak biasanya. Kali ini kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan kesehatan gigi para siswa yakni pemeriksaan gigi massal. Acara yang bekerjasama dengan Puskesmas Purwokerto Timur 2 ini diikuti oleh seluruh siswa level 1. Jumlah yang tidak sedikit, yakni 150 siswa dimulai dari kelas 1 Ad-Dhuha, Al-Balad, Al-Lail, As-Syams sampai At-Tiin. Menjadi menarik bagi para siswa, yang biasanya diperiksa di Rumah Sakit, namun kali ini diperiksa oleh dokter gigi bersama teman-teman di sekolah. Drg. Johanes Padmanahadi, MM adalah dokter yang bertugas memeriksa gigi para siswa. Terdengar cukup riuh suasana pagi ini karena sebagian siswa sesaat sebelum di periksa merasa takut. Mereka takut karena mereka berpikir kalau-kalau gigi mereka akan di cabut oleh dokter. Mereka membayangkan betapa sakitnya jika hal ini terjadi di gigi mereka bahkan sampai menangis. Baru membayangkan saja, sudah ada yang lari lantaran takut. Namun tak jarang juga yang justru dapat berinterakksi dengan dokter bahkan sampai tertawa. Barangkali ini adalah pengalaman pertama bagi sebagian anak.

Pelaksanaan pemeriksaan gigi dilaksanakan di ruang UKS SD Al-Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan kerja tim yang solid dari semua ustadzah di level 1. Tujuan dari pemeriksaan gigi ini tentunya untuk mengetahui kondisi gigi para siswa. Adapun hasil dari pemeriksaan ini yaitu ada gigi anak yang bagus, radix, persisten, nutrisi, crowed, diastin dan caries.

Hasil pemeriksaan ini di dominasi dengan gigi anak yang caries / gigi berlubang. Dengan demikian, para ustadzah telah mengetahui kondisi gigi para siswanya dan mengetahui tindak lanjut yang akan dijalani setelah kegiatan ini bagi para siswa yang memiliki permasalahan pada giginya. Kondisi gigi anak yang masih berusia 6-7 tahun tepatnya yang berada di level 1 ini masih dalam proses pertumbuhan, sehingga ketika terdapat masalah pada giginya harus segera untuk diobati. Itulah salah satu pesan dari kegiatan pemeriksaan gigi kali ini. Selesai pemeriksaan, keesokan harinya siswa dibagikan sikat gigi satu persatu supaya semakin rajin sikat gigi untuk menjaga giginya tetap bersih dan sehat.
Menggosok gigi bagi sebagian anak usia 5 – 7 tahun adalah hal yang kurang menarik, sehingga malas melakukannya. Hal itu karena mereka belum tau pentingnya menggosok gigi yang benar dan disiplin. Oleh karena itu Level 1 SD Al Irsyad Al Islamiah 01 Puwokerto menggandeng Pringsewu Grup, Pepsodent serta mengundang tokoh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas bapak Sugiyarso mengadakan acara “Sikat Gigi Bersama Kelas 1” yang dilaksanakan kemarin Kamis, 12 November 2015 bertepatan dengan hari Kesehatan Nasional. 


 Acara sikat gigi bersama diawali dengan pemberian motivasi oleh bapak Sugiyarso bertempat di aula. Beliau memperkenalkan tentang cara menjaga kesehatan gigi yang benar serta akibat yang timbul apabila tidak rutin menggosok gigi. Anak anak tampak antusias mendengarkannya. Ditengah acara mereka menikmati mendoan dan minuman gratis dari Pringsewu Group. 


Terakhir baru menggosok gigi bersama di depan mushola. Dengan semangat 161 siswa menggosok gigi dengan teknik yang baru saja diajarkan. Acara tersebut bertujuan untuk menumbuhkan sikap disiplin dalam menjaga kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut. Serta himbauan untuk para orang tua agar senantiasa mengingatkan putra putrinya menggosok gigi minimal 2 kali terutama setelah sarapan pagi dn sebelum tidur.



       Begitulah kegembiraan siswa-siswi SD AL Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto saat diberi informasi akan diadakan School at Noon pada hari selasa, 13 Oktober 2015.

     Ratusan siswa yang penuh semangat ini didampingi 13 guru. Mereka tampak ceria dalam mengikuti sekolah pada sore hari. Kegiatan ini merupakan strategi agar anak memahami tanda-tanda pada sore hari dan belajar membuat kudapan sore. Sesuai dengan tema 3 kelas 1 “Kegiatanku”. Sub Tema 3 & 4 : kegiatan Sore dan Malam.

     Acara diawali dengan doa bersama layaknya mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, acara dilanjutkan dengan siswa memperhatikan materi yang diberikan ustadzah Ana mengenai “Asiknya mengenal umbi-umbian”.

     Sebelum memberikan materi anak-anak di ajak bernyanyi bersama mengenai umbi-umbian. Ada wortel, ada kentang, singkong, dan ubi jalar, bwang merah, bawang putih, jahe, kencur dan juga kunyit lagu dinyanyikan dengan nada naik-naik ke puncak gunung.
Luar biasa semua anak bersemangat menyanyikannya.

     Selanjutnya adalah semua anak diajak untuk mengumpulkan umbi-umbian sesuai dengan tugas yang sudah diberikan. Ada yang membawa wortel, kentang, bengkoang, ubi jalar dan singkong tujuannya supaya mereka mengenal berbagai macam jenis umbi.
     Tidak hanya itu ustadzah dari level 1 pun sudah menyediakan bawang merah, bawang putih, talas, jahe, kunyit, kencur, temulawak dan masih banyak lagi.

     Acara sekolah sore ini tidak seperti sekolah biasa. Ada banyak hadiah yang sudah disiapkan untuk anak-anak yang berani menjawab pertanyaan yang diajukan, dan anak yang paling tertib selama kegiatan belajar berlangsung. Hmmm serunya pulang sekolah bawa hadiah!
     Masih dalam acara ini pula,para siswa diajak mencicipi ubi cilembu yang sudah dibersihkan dan dimasak di sekolah. Manisnya, cocok sekali dengan suasana sore itu saat turun hujan.
            Dipenghujung acara, sebelum pulang siswa diajak shalat maghrib berjamaah, membaca tartili dan murajaah. Tak hanya itu saat kembali pulang ke rumah para siswa membawa oleh-oleh puding ubi ungu yang rasanya
Sabtu, 19 September 2015 menjadi hari yang berbeda sekaligus menyenangkan bagi siswa-siswi kelas 1 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, Sebab pada hari itu sekolah mengadakan kunjungan ke rumah produksi gethuk goreng milik ibu Ucih di sokaraja, Banyumas. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang diadakan tiap semeseter 1.




Berkenaan dengan program sekolah yang membolehkan siswa belajar di luar ruangan serta sesuai materi pembelajaran yaitu mengenal produk dari bahan baku ubi, khususnya ketela pohon. Dalam kegiatan itu siswa siswi belajar langsung proses membuat gethuk goreng.




Mulai dari mengupas kulit ketela pohon, menghaluskannya menjadi adonan, memberi rasa pada gethuk, penggorengann, serta pengemasan siap jual. 161 siswa siswi terlihat menikmati kegiatan tersebut dan selalu bertanya hal yang belum mereka ketahui di setiap proses pembuatan yang mereka jalani. Kegiatan Outdoot Study kali ini bertujuan mengenalkan produk olahan pangan dengan bahan dasar ketela pohon. sekaligus mengenalkan gethuk goreng sebagai camilan khas purwokerto kepada siswa siswi kelas 1 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto.

  

DSC_0346
Purwokerto - Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Anak-anak akan banyak belajar dari orang tuanya saat mereka dapat berkumpul bersama. Dengan alasan inilah level 1 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan guru, siswa, dan keluarga siswa. Kegiatan yang diberi nama Family Day ini bertujuan untuk menjalin persaudaraan antar keluarga siswa kelas I. Kegiatan ini dibuka oleh ustadz Sudrajat, S.Sos. kepala SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto.
Lomba-lomba yang diadakan dalam acara ini antara lain: lomba mengipas balon, estafet kelereng, meracik gado-gado, becak-becakan, dan estafet holahop. Tak kalah meriah lomba yel-yel antarkelas. Kegiatan yang bertempat di halaman pendopo wakil Bupati ini berakhir pada pukul 10.30. Hari itu siswa, orang tua, dan guru mendapat pengalaman yang akan selalu diingat.
Sebagai insan yang berada di lingkungan pendidikan sudah seharusnya seorang guru mengajarkan kreativitas kepada murid-muridnya. Hal tersebut dilakukan oleh guru-guru kelas 1 SD Al Irsyad 01 Purwokerto, yaitu mengkreasikan bahan dasar jagung manis dipadukan dengan mentega, susu kental manis, keju dan meses “jamasuke”. Sedangkan kulit jagungnya akan dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan di minggu berikutnya. Kegiatan tersebut diadakan hari Sabtu, 1 Agustus 2015 di halaman belakang SD Al Irsyad 01 Purwokerto. Anak-anak sangat antusias dibantu wali kelas membuat “jamasuke” mulai proses pemisahan jagung dari kulitnya sampai siap saji. Untuk membuat “jamasuke”, siswa harus memisahkan kulit jagung sampai bersih, setelah itu di cuci dibawah air mengalir. Jagung manis kemudian dipisahkan dari banggolnya dan dikukus.
Saatnya penyajian, jagung di campur mentega diatasnya dibubuhkan keju parut, susu, dan mesis. Selain tampilan dan rasa yang memikat camilan ini juga memiliki kandungan gizi yang bagus untuk anak usia pertumbuhan seperti sumber anti oksidan yang baik, vitamin B kompleks, serat tinggi, serta kaya akan mineral penting (www.tipscaramanfaat.com). Proses pembuatannyapun sangat mudah sehingga “jamasuke” bisa dibuat oleh ibu-ibu wali siswa sebagai camilan sehat dan bergizi di rumah.


Purwokerto – “Satu dua…tiga empat..lima enam..tujuh delapan…siapa rajin  ke sekolah cari ilmu..sampai dapat. Sungguh senang ….amat senang ..bangun pagi-pagi sungguh senang…”Begitulah sorak sorai siswa-siswi kelas 1 SD AL IRSYAD 01 PURWOKERTO dalam acara penutupan Masa Orientasi Siswa Baru TP.2014/2015 yang begitu meriah. Selama kurang lebih satu jam, Sabtu tanggal 23 Agustus 2014,151 siswa kelas satu mengikuti kegiatan penutupan MOS.
Diawali dengan penampilan muroja’ah dari perwakilan siswa masing-masing kelas yaitu kelas 1 An Naas, 1 Al Falaq, 1 Al Ikhlas, 1 An Nashr dan 1 Al Kautsar.Begitu luar biasa penampilan mereka,baru belajar beberapa pekan ternyata mampu menghafal QS An Naas- Al Kaafirun dengan lancar. Selanjutnya adalah sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Level 1, Ustdz Emas Satriati Suryaningsih yang memberikan pesan agar belajarlah tanpa lelah, bahkan sampai negeri Cina. Selanjutnya adalah ajang apresiasi diri dimana setiap siswa ditantang untuk tampil percaya diri di depan teman-temannya. Siswa menampilkan hafalan surat pendek, membaca puisi, menyanyikan lagu anak dan juga cerita masa orientasi. 

Bagi siswa yang berani maju tentunya mendapatkan reward hadiah dari panitia. Selanjutnya adalah acara yang tidak kalah menarik yaitu pembagian prestasi bagi siswa baru. Ada lima kategori yang selama masa orientasi diamati oleh wali kelas dan asisten, diantaranya yaitu terbaik dalam sikap disiplin datang awal di sekolah, percaya diri saat mengikuti pembelajaran, meunjukkan tanggung jawab saat diberikan tugas oleh wali kelas dan menunjukkan sikap tertib dan patuh saat mengikuti kegiatan di sekolah. Senyum pun merekah saat nama-nama peraih prestasi disebutkan oleh MC, Selamat ya…semoga tetap semangat dalam meraih prestasi lainnya. Dipenghujung  acara..semua siswa berfoto di depan the Giant Kolase, kolase berukuran 10 meter yang dibuat oleh seluruh siswa sebelum acara Penutupan MOS. Dalam kolase berisikan tulisan Aku Siap Belajar dan Mandiri, yang kemudian dibaca bersama-sama sebagai ikrar siswa baru
MASTER CHEEF Hadir di SD AL IRSYAD 01 PURWOKERTO - Dewasa ini banyak acara TV yang mencari bintang-bintang cilik. mereka menggali bakat sejak dini ada audisi menyanyi, menari, tahfids bahkan memasak. Orang tuapun banyak yang sudah sadar akan bakat ana k-anaknya yang harus digali dan dikembangkan, sehingga banyak yang mengikutkan anak-anak mereka pada pencarian bakat. Sabtu, 17 Januari 2015 siswa kelas 1 yang terdiri dari 150 siswa mengikuti kegiatan cooking day. Cooking day adalah wadah yang dimanfaatkan SD Al Irsyad 01 Purwokerto untuk mengajak siswa terampil dalam memasak dan untuk menggali bakat terpendam yang dimiliki siswa dalam dunia masak-memasak. Pada kesempatan kali ini siswa-siswi diajak membuat cemilan sehat sendiri yaitu membuat kue donat kentang. 

Kue yang umumnya disukai anak-anak karena bentuknya bulat dan rasanya manis ini dibuat tidak hanya dari tepung melainkan ditambahkan dengan kentang. Dengan terampil dan cekatan tangan-tangan mungil mereka menguleni adonan donat, membulat-bulatkan sampai menaburi hiasan dengan gula halus. walaupun donatnya tidak sebulat yang dijualan dipasaran namun rasanya tidak kalah leazat. Selesai membuat donat kentang siswa diajak untuk membuat susu kental manis sendiri. Diakhir kegiatan siswa-siswa diajak mencicipi donat yang sudah mereka buat dengan ditemani susu coklat yang rasanya dijamin enak dan menyehatkan.